Eien no Uta
(Nyanyian Abadi)
Pagi hari. Senin ini Clust mengawali harinya di
Kesuksesan bagi mereka yang bekerja keras. Meskipun Clust selalu dijauhi oleh remaja-remaja seumurnya di
Di Manila Clust hanya memiliki seorang teman yang berasal dari
“Ohayou gozaimasu2,” ucapnya saat memasuki ruangan Fakultas Seni Animasi di Tokyo University. Ia sangat takut jika tak ada yang mau menjadi temannya. Ia duduk disebelah gadis cantik berambut kecoklatan. Clust mengulurkan tangannya, tetapi gadis itu mengabaikannya.
“Jangan pedulikan dia,” seseorang menghampiri Clust. “Dia memang seperti itu. Sok. Aku, Shihoudani Yuujirou. Panggil saja Yuuji. Salam kenal,” ia mengulurkan tangannya. Nampaknya ia friendly, pikir Clust.
“Aku Clust El Diego La Graciero. Panjang, ya? Aku dari Filipina.”
“Dia Yuhi Kurenai. Sifatnya memang agak arogan. Ya…seperti itulah dia. Cantik sih iya, tapi sifatnya itu membuat orang tidak suka padanya.”
Keramahan Yuuji membuat Clust tidak lagi khawatir akan ketakutannya itu. Sifat Yuuji memang sangat menyentuh hati Clust, dan itu membuatnya langsung percaya pada semua kata-katanya. Dalam waktu singkat persahabatan mereka berjalan baik. Clust merasa dekat dengan Yuuji. Ia merasa sedang bersama Anggi saja.
Suatu malam yang pekat, Clust menelepon sahabatnya Anggi yang dirindukannya itu.
“Halo?” ucap suara dibalik telepon itu. Suara yang tidak asing bagi Clust.
“Gi? Kamu, ya? Ini aku, Clust, senpai-mu3.”
“Ooh! Clust! Bagaimana keadaanmu? Sekolahmu? Lancar?” seru Anggi. Ia senang sekali sahabatnya ternyata tidak lupa padanya.
Mereka bercanda lama sekali. Clust mengutarakan perasaannya yang ingin bertemu dengan keluarganya, juga menyemangati Anggi agar bekerja keras.
“tentu saja. Aku juga ingin seperti kamu, menyusul kamu ke Jepang
“Oh ya! Itu bagus dong! Ya sudah, aku tutup dulu ya. Konbanwa5, met malam.” Telepon sudah ditutup. “mahal juga nelpon ke Filipina,” batinnya.
Clust tertidur dengan pulas. Dalam mimpinya ia bertemu dengan orang-orang tercintanya, juga Anggi.
Ting-tong! Bunyi bel mengusik mimpi Clust. Clust segera terjaga.
“Siapa yang membunyikan bel tengah malam begini?” ujar Clust kesal. Ia lantas berjalan kearah pintu dan membukanya. Lho?
“Yuhi? Sedang apa kamu tengah malam seperti ini diluar? Dingin.” Clust heran. Teman sekelasnya yang jutek itu ternyata.
“Sudahlah. Bawa aku masuk. Cepat!” merasa ada hal yang penting, Clust tidak bisa menolak. Ia masih kebingungan.
“
“sebenarnya…” Yuhi memulai ceritanya. “Aku sebenarnya tidak ingin menceritakan hal ini kepadamu. Ini rahasia besar para dosen yang sudah diberikan kepadaku.”
“ Dosen? Maksudmu, guru-guru kita di Universitas?” tanya Clust heran.
“Ya. Begitulah. Kamu harus menjaga rahasia ini baik-baik.” kata Yuhi. “Profesor Iwashi telah menciptakan sebuah software animasi yang bisa menghipnotis orang yang menonton animasi itu. Tetapi beliau menyembunyikan data software itu di suatu tempat agar tidak digunakan orang jahat untuk kepentingan mereka sendiri.”
“Itu kejam sekali! Menghipnotis orang dengan animasi!” Clust tidak bisa menahan emosinya.
“Ssst! Jangan berisik! Kulanjutkan ceritaku. Teman professor Iwashi dulu, ingin mendapatkan data itu. Ia dan anak buahnya mendatangi kediaman Prof. Iwashi. Tetapi Profesor tidak mau buka mulut. Dan, ia tewas ditembak para penjahat itu,”
“Teruskan.”
“kemarin, para dosen menemukan data itu di sebuah tempat bawah tanah Universitas kita. Agar tidak ketahuan, mereka menitipkan data ini kepadaku. Tetapi hasilnya nihil. Aku berlindung dari kejaran mereka di rumahmu, tempat yang tidak mungkin dicurigai untuk menyembunyikan ini. Kau harus membantuku,” terangnya.
“Tapi kenapa harus aku? Kenapa hanya rumahku yang dijadikan persembunyian ini?” Clust bingung.
“Kamu temannya Yuuji,
“Apa lagi ini?
“Sebenarnya, yang mengejarku itu adalah kelompok pewaris penjahat yang dulu membunuh Prof. Iwashi. Mereka tak lain adalah…”
“Akh…jangan jangan mereka itu…”
“Benar. Yuuji, temanmu itu. Dia mengincar data software ini agar bisa menguasai dunia animasi. Jika itu terjadi, dunia kita bisa hancur dikuasainya. Dia tidak mungkin mencurigai rumahmu karena tahu aku begitu mengacuhkanmu. Lagi pula dia pikir kamu sudah terpengaruh akan sikapnya yang sok friendly itu.”
Benar juga, pikir Clust.
Ting tong! Tiba tiba ada yang membunyikan bel. Yuhi dan Clust panik. Itu pasti Yuuji. Clust menyuruh Yuhi sembunyi, dimana saja. Clust menarik nafas panjang, bersiap-siap. Kali ini dia akan mencoba bersandiwara.
Clust membuka pintu dengan hati-hati. Jantungnya berdetak kencang. Pintu terbuka. Clust terbelalak. Itu memang Yuuji.
“Yuuji?
“Yuhi Kurenai! Keluar! Kami, pihak kepolisian telah mengepung anda! Cepat serahkan Data software animasi itu!” seru sang kepala polisi.
“
“Dia sudah memperalatmu. Dialah yang penjahat. Dia mencuri data itu dariku. Jadi, apapun yang dikatakan Yuhi, jangan percaya. Lagipula, polisi sudah mendapatkan bukti. Bukti kalau Yuhi bersalah. Percayalah, kalau tidak, tanyakan saja pada para dosen yang memberikan data itu.” Ujar Yuuji.
Yuhi keluar dari persembunyiannya. Ia keluar sambil mengacungkan disket berisi data itu.
“Clust, kamu percaya padaku,
“Tidak, Clust. Dia menceritakan semua itu agar kamu percaya padanya.” Sanggah Yuuji.
“Aku benar-benar bingung.” Ujar Clust. Yuhi tersenyum dari kejauhan. “ tapi aku lebih mempercayai kata-kata Yuuji dibanding kamu. Yuuji adalah teman yang baik, dan aku jadi ingat pada sahabatku di kampung halaman. Lagipula, kamu dikenal punya perangai aneh sejak SD,
“itu karena kamu memiliki bakat untuk mengolah software animasi. Itu memudahkan Yuhi mengetahui rahasia yang terkandung dalam software itu.” Jelas Yuuji. Clust mulai mengerti.
“Yuhi, kamu bukan orang jahat. Meski kamu sudah menipuku, bahkan menjebakku, aku tidak akan membencimu. Kamu punya orang yang peduli padamu. Jadi, sekarang serahkan data itu sekarang. Kamu tidak akan dihukum.” Kata Clust.
“Aku tidak akan menyerahkan data ini pada siapapun juga!” seru Yuhi. Ia melarikan diri lewat jendela di lantai atas. Tidak ada yang dapat mengejarnya. Tetapi…Dorrr! Yuuji menembak Yuhi, tepat di kakinya. Yuuji menembakkan peluru sambil bercucuran air mata.
“akh!” Yuhi terjatuh. Kakinya berdarah. Clust tidak percaya Yuuji bisa melakukan hal yang hanya bisa dilakukan polisi itu. Mereka semua berlari menghampiri Yuhi yang kesakitan.
“Panggil ambulans! Sepertinya lukanya parah!” teriak salah satu polisi.
“Kenapa kamu menangis seperti itu? “ Clust tidak tahan melihat airmata Yuuji, yang tanpa disadarinya juga mebuat hati Cluct terpekik.
“Kau akan tahu, nanti.” Ujarnya sambil menghapus airmata.
“Kenapa kamu bisa melakukannya? Itu hebat sekali!” Clust heran.
“Kamu tahu, kenapa aku diberi tugas menjaga data itu? Aku ini polisi yang professional lho! Tapi seringkali pekerjaan ini membawa kesedihan untukku”
Clust semakin bingung.
Tapi apa yang dilihatnya hari ini, sungguh nyata. Yuuji mengambil disket bersi data itu dan menyimpannya di sebuah kotak khusus. Mungkin kotak yang hanya bisa dibukanya seorang.
“Yuuji, maafkan aku. Karena aku, Yuhi bisa bersembunyi dan kamupun bahkan kesulitan menangkapnya. Kamu sampai harus menembaknya. Aku benar benar minta maaf,”
“Tak apa. Tugas polisi memang seperti ini,
Tiga hari berlalu. Yuuji dan Clust mendapat kabar bahwa Yuhi tewas bunuh diri karena frustasi, tidak bisa meneruskan jejak pendahulunya sebagai penjahat animasi. Belakangan diketahui juga bahwa yang membunuh Prof. Iwashi adalah ayah Yuhi. Dan data yang berbahaya itu pun disimpan di sebuah museum yang penjagaannya sangat ketat.
Sebulan kemudian, Clust dan Yuuji berziarah ke makam Yuhi. “Kamu tahu, Clust, betapa berat menghukum orang yang kamu cintai?” Yuuji terdiam sejenak. “aku mencintai Yuhi sejak lama, tapi aku tidak bisa membiarkannya berbuat kejahatan. Itulah tugas polisi. Sungguh sulit. Seorang polisi tidak boleh melibatkan mperasaan pribadinya dalam menjalankan tugas.” Kata Yuuji. Clust baru tahu Yuuji mencintai Yuhi. Kini ia mengerti betapa berat tugas yang harus dipikul seorang polisi.
Clust terhenyak. Memang sedih rasanya kalau kehilangan orang yang dicintai. Ia pun ingin segera menelpon sahabatnya dan menceritakan semua hal yang terjadi pada dirinya.
Sugiyuku yuunagi
Kanashimi yo ima wa shizukani
Watashi wo mimamotte
Itsuka mata furusato e kaeru
Sono hi made
Nageki no daichi ni akai ame wa furi sosogu
Kaze no naku koe wa kurai honoo o aotte*
Yuuji menyanyikan lagu kenangan itu. Lagu yang dulu pernah ia nyanyikan bersama Yuhi dengan penuh harapan dan kenangan. Clust berdiri disampingnya seraya memperhatikan semilir angin yang membawa debu pergi.
Catatan:
- anime: kartun Jepang; manga: komik Jepang; theme-song: lagu yang ada di dalam anime.
- ohayou gozaimasu: selamat pagi.
- senpai: sahabat, orang yang dekat dan dihormati.
- SLI: Sambungan langsung Internasional.
- Konbanwa: Selamat malam.
*. Diambil dari lagu Honoo no Tobira dari FictionJunction YUUKA, kira-kira artinya sebagai berikut: kesedihan sore hari yang terlewati;sekarang ini diam-diam menjagaku; hingga suatu hari aku bisa pulang kembali; hujan merah turun rintik rintik diatas tanah yang berduka; dan suara tangis angin mengipas nyala api yang gelap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Please give me a comment!!!