Tapir (Tapirus indicus)
Tapir merupakan satwa berkuku ganjil seperti kuda dan badak mempunyai belalai yang kuat meskipun tidak begitu panjang, kaki pendek dan tegak. Warna kulit terbagi menjadi 2 bagian yaitu hitam dan putih sedangkan bayi tapir warna kulitnya coklat bergaris totol-totol putih horisontal. Habitatnya di hutan tropika, wilayah Burma, Thailand, Semenanjung Indocina dan Sumatera.
Tapir adalah hewan berkuku ganjil yang sedang besarnya dan dalam beberapa hal mirip dengan badak. Tapir merupakan anggota famili Tapiridae yang bersama dengan badak (Rhynocerotidae) tergolong subordo Tapiromorpha. Hewan ini adalah hewan yang montok dengan kulit yang tebal. Berat hewan jantan 180 – 360 kg dan yang betina 80 – 180 kg. kaki depan mempunyai 4 jari, kaki belakang 3 jari, tetapi yang keluar pada kaki depan hanya jari yang kecil dan di atas tanah yang keras tidak meninggalkan bekas. Gigi tapir ada 44 buah. Gigi taring di rahang bawah telah berkembang dengan baik, akan tetapi yang ada di rahang atas lebih kecil daripada gigi seri yang ketiga. Perbedaan utama dengan badak secara lahiriah ialah: tidak ada cula, moncong yang ada di ujungnya memenjang menjadi semacam belalai dengan lubang hidung, leher agak panjang, tidak adalipatan-lipatan kulit dan adanya bulu-bulu.
Tapir melayu, atau biasa disebut dengan tapir adalah tipe yang paling menyimpang dari jenis yang lain dan karena itu ditempatkan dalam suatu genus tersendiri: Acrocodia. Tapir ini adalah tapir yang terbesar dengan berat maksimal 375 kg. Warnanya hitam dengan tubuh yang putih. Putihnya mulai dari belakang tungkai depan dan mencakup seluruh tubuh kecuali tungkai belakang dan ekor. Hewan ini tidak bersurai, belalainya lebih panjang daripada spesies lainnya. Tapir ini hidup di dataran rendah terutama di hutan-hutan rawa Sumatera. Sifatnya agak penakut terutama terhadap manusia, sehingga hidupnya sangat tersembunyi. Mereka berkelana sendiri-sendiri dan mengikuti jalan setapak yang banyak dipakai di hutan.
Tapir sebenarnya tidak mempunyai alat untuk membela diri, kecuali barangkali kulitnya yang cukup tebal, dan tentu saja sikap takutnya dan kenyataan bahwa ia tidak merugikan dan tidak menghasilkan tanda kenang-kenangan perburuan, ikut berperan melestarikan kelangsungan hidupnya. Tapir merupakan fosil hidup yang unik, yang perlu dilindungi. Umumnya tapir dapat dipelihara dengan baik di kebun-kebun binatang. Mereka juga dapat berkembang biak dengan baik di sana. Namun, terancamnya hutan-hutan di Sumatera yang merupakan habitat aslinya, turut mengancam kehidupan tapir. Berikut ini adalah urutan klasifikasi tapir:
§ Kingdom : Animalia
§ Phylum : Chordata
§ Classis : Mamalia
§ Ordo : Perissodactyla
§ Famili : Tapiridae
§ Genus : Tapirus
§ Species : Tapirus indicus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Please give me a comment!!!