Judul Materi : IPTEK dan IMTAQ
Keutamaan IPTEK tercantum dalam Al-Quran surah:
ü Al Mujadalah: 11
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu,’Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, ‘ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan Memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu,’ maka berdirilah, niscaya Allah akan Mengangkan derajat orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.”
ü Az Zumar: 9
“(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut akan adzab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, ‘apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sebenarnya hanya orang-orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.”
ü Al Baqarah: 269
“Dia Memberikan hikmah102 kepada siapa saja yang Dia Kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal sehat.”
(102 Hikmah adalah kemampuan untuk memahami syariat-syariat agama.)
Mengapa kita harus menguasai IPTEK? Ada tiga alasan mengapa kita harus menguasai IPTEK, yaitu:
ü Ilmu yang tadinya milik Islam diboyong oleh negara-negara Barat (atau dengan kata lain dicuri). Negara-negara Barat ingin Islam jatuh dalam keterpurukan.
ü Mencegah penjajahan kaum lain. Masih ingat bagaimana Indonesia dijajah oleh Belanda berpuluh-puluh tahun silam? Ya, hal itu disebabkan diantaranya karena rakyat Indonesia saat itu masih bodoh, sehingga mudah ditipu dan diadu-domba, sehingga mudah pulalah kita dijajah.
ü Terdapat upaya-upaya melemahkan umat Islam dari pemikiran kemajuan IPTEK oleh bangsa barat.
Alasan kita harus menguasai IPTEK telah kita singkap diatas. Nah, bagaimana damapak kemajuan IPTEK ini bagi umat Islam?
Para petinggi gereja di Vatikan, Roma mengadakan konferensi yang dihadiri oleh petinggi-petinggi gereja dari berbagai belahan dunia. Mereka berdiskusi tentang pesatnya perkembangan Islam di Eropa. Mereka mengatakan stu-satunya jalan agar Islam tidak berkembang lagi adalah dengan TIDAK lagi mentolelir Islam di Eropa.
Nah, oleh karena inilah kemajuan IPTEK sangat berdampak bagi kehidupan umat Islam. Agar tidak kalah dengan bangsa lain, sudah semestinya kita bersatu menguasai IPTEK itu.
Dampak IPTEK bagi Islam tentu ada dua jenis. Pertama, dampak positif. Seperti apa? Coba kita lihat berbagai media yang menyajikan program-program seperti SMS Hadits, PocketQuran di Internet, atau berbagai posting islami.
Jika terdapat dampak positif, tentu kita pun akan membicarakan tentang kebalikannya. Dampak negatif teknologi sangatlah banyak jika dibadingkan dengan dampak positifnya. Mengapa? Karena zaman ini teknoloogi telah banyak dikuasai bangsa barat. Coba tengok ke Internet. Dimana-mana pastilah banyak posting-posting yang bertentangan dengan Islam. Bahkan, seolah mengajak kita meninggalkan Islam. Lihat ke TV, benda yang paling sering kita gunakan. Acara-acara yang notabene seru ditayangkan di saat-saat kita harus beribadah, bukan? Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi akhlaq kita untuk menunggalkan shalat.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa ingin dunia hendaklah ia berilmu, barangsiapa ingin akhirat hendaklah ia berilmu, dan barangsiapa ingin keduanya hendaklah ia berilmu.” (HR Ahmad).
Bagaimana dengan IMTAQ?
IPTEK harus berimbang dengan IMTAQ. Jika kita bertanya, mana yang harus dimiliki terlebih dulu? Apa jawaban anda? Menurut saya, tentu saja IPTEK. Mengapa? Anda jangan berpikir bahwa yang namanya IPTEK itu hanya sebatas teknologi. Bukankah cara membaca Al Quran, cara Shalat, cara berwudlu, dan lain-lain itu juga merupakan IPTEK? Bagaimana kita bisa ibadah jika ilmu untuk beribadah itu pun kita tak punya? Namun, tetap saja, jika kita telah mendapatkan IPTEK, segeralah imbangi diri anda dengan IMTAQ.
Tahukah anda, apa saja yang dapat melemahkan iman?
ü Terjerumus ke dalam kemaksiatan.
ü Malas Ibadah.
ü Memudarnya tali ukhuwah islamiyah.
ü Sibuk dengan urusan duniawi.
ü Mencela kebaikan yang kecil.
Sedangkan hal-hal yang dapat membangkitkan keimanan kita adalah:
ü Tilawah.
ü Ibadah sunnah.
ü Berteman dengan orang-orang yng shaleh.